Resiko Berbahaya yang Bisa Saja Terjadi di Pesawat

Siapa ni yang belum pernah naik Pesawat?Pada dasarnya tidak ada sarana transportasi yang bebas dari resiko, baik transportasi darat seperti,Mobil,Kereta,kapal bahkan transportasi udara yaitu Pesawat terbang, yang merupakan alat transportasi paling aman di dunia.

Lalu apa saja si resiko yang dapat memgancam keselamatan penumpang saat berada di dalam pesawat? Berikut pembahasannya.

Resiko Berbahaya yang dapat Terjadi di Pesawat

1. Ban tidak Keluar Saat Pesawat Leanding

Pada dasarnya Setiap komponen yang di rancang pada pesawat memiliki fungsinya masing-masing, salah satunya yaitu  ban pesawat yang memiliki peran penting untuk pendaratan. Ban pesawat berfungsi menahan beban pesawat saat mendarat dan memperlambat laju pesawat ketika sudah menyentuh daratan. Bisa kamu bayangkan apabila ban pesawat tidak keluar ketika pilot ingin mendaratkan pesawatnya. Apa yang akan terjadi?

2. Pintu Pesawat Terbuka

Kasus yang satu ini merupakan kesalahan yang dilakukan oleh pihak maskapai terutama teknisi dan crew pesawat yang kurang memperhatikan keadaan pesawat. Padahal umum diketahui seluruh bagian pesawat harus dicek terlebih dahulu sebelum pesawat lepas landas. Jika pintu pesawat tidak tertutup rapet ketika dalam penerbanga hal yang akan yerjadi yaitu udara dan angin kencang dapat masuk sehingga membuat tekanan udara meningkat fan pesawat memgalami gangguan serius dan berpotensi besar mengalami kecelakaan.

3. Pilot Mabuk Saat Terbang

Saat kita memutuskan berpergian menghunakan pesawat maka keselamatan kita berada si tangan kru kabin pesawat, terutama pilot. Lalu apa jadinya ketika pilot yang menerbangkan pesawat dalam keadaan mabuk?

Hal ini pernah terjadi pada maskapai Lion Air yaitu seorang Pilot Lion Air pesawat 990 yang bertanggung jawab pada penerbangan dari Surabaya ke Denpasar diduga dalam keadaan teler saat menerbangkan pesawat.

Bagaimana tidak, pilot ini bertingkah aneh seperti meracau bahkan  terdengar suara desahan dari ruang pilot saat pesawat sedang mengudara. Pada akhirnya kasus ini menjadi polemik pihak maskapai yang besikukuh memberi pembelaan bahwa pilot nya tidak dalam keadaan mabuk saat mengudara.

4. Pembajakan Pesawat

Hal ini merupakan salah satu resiko yang bisa dan pernah terjadi. Bahkan pernah  dialami  oleh sebuah maskapai lokal terkenal yaitu maskapai Garuda Indonesia Pada 28 Maret 1981 silam, pesawat Garuda Indonesia penerbangan 206 yang berangkat dari bandara Talang Betutu, Palembang menuju Bandara Internasional Polonia, Medan dimasuki lima orang teroris yang melakukan pembajakan. Dan dalam aksinya terdapat dua orang penumpang di ciderai, membunuh satunorang pilot dan satu orang anggota kopasus. Pembajakan ini  dikenal dengan nama Peristiwa Woyla ini dan berakhir setelah empat hari dimana proses penyelamatan dilakukan oleh 35 Komando Kopassus dan 20 Komando RTAF Thailand.

5. Pendaratan di Air (Dicthing)

Ditching merupakan proses pendaratan di perairan atau laut yang dilakukan oleh kapten penerbang atau pilot in command karena terpaksa. Proses pendaratan di air ini sangat sulit dilakukan dan sangat berisiko. Namun sebuah pendaratan di air berhasil dilakukan oleh Abdul Rozak, pilot pesawat Garuda bernomor penerbangan GA421 rute Lombok-Yogyakarta pada 16 Januari 2002.  Aksi heroik ini dilakukan oleh kapten Rozak di sungai Bengawan Solo. Karena aksinya ini, Rozak mendapatkan pernghargaan dari dunia penerbangan.

Nahh diatas merupakan resiko berbahaya yang mungkin atau bahkan sudah pernah terjadi di dunia penerbangan. Semoga bermanfaat.

 

SHARING IS CARING

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *